Home

 

Bagi yang pertama kali mendengar kata Hipnoterapi mungkin bertanya-tanya, apa itu Hipnoterapi dan bagi Anda yang penasaran, mungkin Anda ingin tahu lebih banyak. Apakah hipnoterapi itu? Mengapa banyak juga yang ingin mendalami maupun melakukannya? Apa manfaatnya?

Sekilas Sejarah Tentang Hipnoterapi:

Dr.James Braid, seorang pakar seputar ilmu ini, pertama kali mempopulerkan kata “hipnotis” atau ‘hypnosis’, yang dalam bahasa Inggris artinya adalah “tertidurnya sistem saraf” dengan sugesti tertentu dan hanya bisa diterima oleh mereka yang bersedia. Sedangkan Hipnoterapi adalah pemanfaatan Hipnosis untuk keperluan Terapi Penyembuhan atau bersifat Clinical.

Apa manfaat Hipnoterapi? Hipnoterapi bermanfaat atau dapat merubah perilaku subjek, perasaan, kecemasan, masalah pribadi, kesehatan tubuh, hingga kebiasaan-kebiasaan lain. Semuanya dapat dimodifikasi melalui hipnosis,sehingga kehidupan yang bersangkutan lebih nyaman, lebih smart, dan menjamin kesuksesan dalam hidup.

Tentu saja, hipnosis baru berhasil jika ada kesepakatan antara pelaku hipnosis dengan mereka yang bersedia dihipnotis. Bila pikiran bawah sadar Anda menolak untuk dihipnotis, maka proses hipnotis tidak berjalan atau tidak akan berhasil.

Lalu, mengapa kemudian kegiatan hipnosis ini dijadikan terapi?

Proses hipnotis dapat membantu seseorang untuk masuk lebih dalam ke pikiran bawah sadar mereka. Saat berada dalam kondisi ‘hypnotic-trance’ , mereka lebih mudah terbuka akan sugesti. Hipnosis membantu mereka menetralkan perasaan mereka dari berbagai kondisi negatif, seperti rasa takut berlebihan atau fobia, rasa sakit, stres, hingga trauma lainnya. Namun, ini bukan berarti mereka tidak sadar sama sekali.

Seseorang yang tengah menjalani hipnoterapi masih dapat menyadari situasi sekelilingnya, meski dengan tambahan stimulus dari terapis. Misalnya sugesti berulang-ulang untuk menghentikan kebiasaan merokok atau menyembuhkan diri dari sakit atau trauma.

Beberapa peristiwa bersejarah lainnya semakin menunjukkan betapa pentingnya hipnoterapi bagi kesehatan. Mulai dari kasus pencabutan gigi dengan terapi ini pada tahun 1823, proses melahirkan pada tahun 1826, hingga perawatan tentara yang mengalami PTSD (Post-TraumaticStress Disorder) atau “gangguan stres pasca-trauma” setelah Perang Dunia I dan II.

Proses kerja hipnoterapi:

Lalu, bagaimana proses kerja hipnoterapi? Amankah untuk dilakukan?

Hingga kini, para ilmuwan masih membicarakan seputar fenomena ilmiah hipnoterapi dan definisinya. Banyak yang bependapat bahwa terapi dengan hipnosis membuat otak terstimulasi untuk mengeluarkan neurotransmitter. Neurotransmitter adalah zat kimia yang ada di dalam otak.

Selain itu, ada juga dua zat lainnya, yaitu encephalin dan endorphin yang dikenal memproduksi hormon positif. Hormon ini dapat membuat seseorang merasa lebih santai dan bahagia. Bila mereka dapat merasa lebih rileks, maka reaksi mereka terhadap rasa sakit atau gejala fisik negatif lainnya justru lebih kuat dan kebal.

Profesor John Gruzelier, seorang ahli psikologi dari Caring Cross Medical School, mempunyai pendapat bahwa hipnoterapi dan manfaatnya. Menurut beliau, terapi dengan hipnosis adalah ‘mengistirahatkan’ otak kiri dan lebih mengaktifkan otak kanan agar dapat mendominasi keseluruhan otak. Caranya adalah dengan memfokuskan otak pada satu hal tertentu, diikuti sugesti.

Terapi Hipnosis atau lebih populer di sebut Hipnoterapi yaitu proses terapi/penyembuhan berbasis sugesti melalui media pikiran bawah sadar. Gelombang otak manusia dalam kondisi sadar atau terbangun sampai dengan tidur dapat dibagi menjadi 4 Fase yang diukur EEG sebagai berikut:

 

  1. Beta (14 hingga 25 Hz):

Kondisi sadar atau terbangun otak manusia berfrekuensi pada gelombang Beta. Gelombang ini adalah yang tertinggi, meliputi atensi atau perhatian penuh, kewaspadaan, kesigapan, dan pemahaman akan sesuatu. Jika gelombang ini meninggi, biasanya karena seseorang merasa cemas, tidak nyaman, dsb.

  1. Alpha (8 hingga 13 Hz):

Kondisi rileks terfokus, Gelombang Alpha berfrekuensi lebih rendah daripada gelombang Beta, sehingga termasuk “meditatif”. Dalam gelombang otak ini, seseorang merasa santai dan mulai mengakses pikiran bawah sadar mereka. Kondisi ini dapat disamakan dengan kondisi sebelum seseorang jatuh tertidur, pada tahap gelombang inilah terapi hipnosis mulai dapat digunakan.

  1. Theta (4 hingga 7 Hz):

Gelombang Theta berfrekuensi lebih rendah daripada gelombang Alpha dan masih termasuk “meditatif”. Dalam gelombang otak ini, seseorang berada dalam kondisi sangat rileks dan terfokus, seseorang juga mengalami peningkatan kreativitas dan pengalaman emosional. Dalam gelombang otak ini, . Ingatan mereka menjadi lebih tajam karena akses ke pikiran bawah sadar semakin terbuka lebar. Dalam kondisi gelombang Theta ini terapi hipnosis dapat digunakan secara lebih maksimal

  1. Delta (0,5 hingga 3 Hz):

Kondisi tidur lelap. Gelombang Delta berfrekuensi lebih rendah daripada gelombang Theta. Gelombang ini merupakan yang terendah dan juga dikenal dengan kondisi “tidur yang lelap”. Pada saat ini, seseorang kehilangan kesadaran akan sensasi fisik. Akses ke pikiran bawah sadar nihil artinya dalam kondisi ini terapi hipnosis tidak dapat digunakan.

Manfaat Hipnoterapi:

Jadi, apa saja manfaat hipnoterapi?

  1. Untuk menyembuhkan rasa sakit, baik sakit secara fisik maupun psikologis. Berkat terapi secara hipnotis, penderita dapat memulihkan kondisi diri lebih cepat serta memperbaiki kondisi emosional mereka. Penderita kanker dan gangguan jantung banyak yang menempuh cara ini.

 

  1. Anda punya kebiasaan buruk atau kecanduan yang sulit sekali dihentikan? Hipnoterapi adalah solusinya. Seorang terapis dapat memberikan sugesti kepada Anda untuk mengatasi hal tersebut. Misalnya menghentikan kecanduan akan rokok, alkohol, maupun obat-obatan terlarang.

 

  1. Sering gelisah dan cemas tanpa sebab? Mungkin alasannya terpendam di pikiran bawah sadar Anda. Dengan hipnoterapi, Anda akan dibantu untuk ‘menggali’ pikiran bawah sadar untuk menemukannya. Setelah itu, proses berikutnya adalah berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

 

  1. Terapi dengan hipnotis juga dapat membantu Anda untuk mengatasi fobia atau ketakutan berlebihan terhadap sesuatu. Dengan terapi ini, Anda akan dihadapkan pada sumber fobia dan penyebabnya, namun dalam kondisi santai atau rileks. Setelah itu, Anda akan dibantu untuk mereka ulang reaksi Anda terhadap fobia sehingga perasaan Anda menjadi lebih normal dan santai.

 

  1. Banyak teknik  hipnoterapi untuk mengatasi trauma masa lalu. antara lain dengan Regresi. Metode ini  cukup ampuh untuk menggali , mengetahui, dan mengobati trauma masa lalu.

 

  1. Hipnoterapi dapat meningkatkan daya ingat, kreativitas, fokus, hingga membantu Anda untuk meruntuhkan halangan mental yang tanpa sadar selama ini dibuat oleh Anda sendiri, yaitu: self-limiting mental block. Sering dan tanpa disadari, hambatan terbesar seseorang untuk maju dan menjadi lebih baik justru datang dari diri sendiri.

Banyak pilihan untuk menjalani hipnoterapi. Salah satunya adalah Herumindset (http://herumindset.com/) dengan Palm 88 Mindset, Jasa Hipnoterapi dengan Tim Konseling yang telah berpengalaman selama 16 Tahun.

Kami Telah menangani berbagai keluhan dari Klien Kami, di antaranya:

  • Narkoba
  • Homosex/Gay
  • Stress/Depresi
  • Kecanduan
  • Phobia
  • Trauma
  • Insomnia

 

SILAHKAN RESERVASI SEKARANG UNTUK DAPATKAN HARGA KHUSUS, TERBATAS!

*syarat & ketentuan berlaku

picture1